METODE ARAS (ADDITIVE RATIO ASSESSMENT) PENENTUAN PENERIMA BANTUAN PUPUK DI DINAS KETAHANANPANGAN PERTANIAN DAN PERIKANAN MAJALENGKA
DOI:
https://doi.org/10.58468/jcsai.v3i1.25Keywords:
Distribusi Pupuk, Kelompok Tani, Metode ARAS, Sistem Pendukung Keputusan, Decision Support System, ARAS Method, Fertilizer Distribution, Farmer Group, Fertilizer Assistance Allocation, Alokasi Bantuan PupukAbstract
Kabupaten Majalengka di Jawa Barat memiliki potensi pertanian yang kaya, dengan fokus utama pada komoditas seperti padi, jagung, dan kedelai. Namun, penyaluran bantuan pupuk oleh Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Majalengka kepada kelompok tani menghadapi tantangan dalam menentukan penerima yang berhak. Masalah ini disebabkan oleh kurangnya data yang terkumpul dan proses analisis manual yang memakan waktu. Penelitian ini menghadirkan solusi dengan menerapkan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) menggunakan Metode Additive Ratio Assessment (ARAS), yang didasarkan pada prinsip intuitif bahwa alternatif harus memiliki rasio terbesar untuk menghasilkan solusi yang optimal. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan ARAS berhasil memberikan peringkat yang akurat, dengan kelompok tani "LEUWEUNG SALAM" mendapatkan peringkat tertinggi, yaitu 0.7270. Dengan demikian, implementasi ARAS dapat membantu Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Majalengka dalam meningkatkan efisiensi penyaluran bantuan pupuk ke kelompok tani yang memenuhi kriteria yang telah ditetapkan.
Abstract
Majalengka Regency in West Java boasts a rich agricultural potential, with a primary focus on commodities such as rice, corn, and soybeans. However, the distribution of fertilizer assistance by the Majalengka Regency Department of Food Security, Agriculture, and Fisheries to farmer groups faces challenges in determining eligible recipients. This issue is primarily attributed to the lack of collected data and the time-consuming manual analysis process. This study offers a solution by implementing a Decision Support System (DSS) using the Additive Ratio Assessment (ARAS) method, which is based on the intuitive principle that alternatives must have the highest ratio to yield an optimal solution. The results of this research demonstrate that the application of ARAS successfully provides accurate rankings, with the "LEUWEUNG SALAM" farmer group receiving the highest rank of 0.7270. Thus, the implementation of ARAS can assist the Majalengka Regency Department of Food Security, Agriculture, and Fisheries in enhancing the efficiency of fertilizer distribution to farmer groups that meet the established criteria.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Journal of Computation Science and Artificial Intelligence (JCSAI)

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

